-
SUKOHARJO - Guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, MIN 6 Sukoharjo menggelar kegiatan edukasi anti-bullying bertajuk "Pencegahan dan Penanganan Terhadap Tindakan Kekerasan (Bullying) di Madrasah". Kegiatan penting yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 ini dilaksanakan di Masjid At-Taqwa, Nglawu, Telukan.
Pada hari Jum'at (17/7/2026), giliran murid kelas 5 dan 6 yang mengikuti sosialisasi ini dengan penuh antusias. MIN 6 Sukoharjo menghadirkan narasumber berkompeten di bidang hukum dan keamanan, yakni IPTU Guntur Setyawan yang menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Sektor (Wakapolsek) Grogol, Resor (Polres) Sukoharjo, Jawa Tengah.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah sukses dilaksanakan pada Selasa (14/7/2026) lalu yang menyasar murid kelas 3 dan 4, bertempat di lokasi dan dengan narasumber yang sama.
Menanamkan Nilai Kebaikan dan Keberanian Melapor
Dalam pemaparannya di hadapan para siswa, IPTU Guntur Setyawan menekankan pentingnya menjaga sikap dan lisan dalam pergaulan sehari-hari di madrasah. Beliau membagikan sejumlah langkah konkret dan tips bagi para siswa untuk mencegah terjadinya tindakan bullying (perundungan), antara lain:
🔵Saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan yang ada di antara teman.
🔵Bertutur kata yang baik dan sopan dalam berkomunikasi sehari-hari.
🔵Tidak ikut mengejek atau mengucilkan teman yang lain.
🔵Berani melapor kepada bapak/ibu guru atau orang tua jika melihat atau mengalami sendiri tindakan bullying.
🔵Menjadi teman yang peduli dan selalu siap saling membantu sesama.
Komitmen Madrasah Lahirkan Generasi Berakhlak Mulia
Secara terpisah, Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, memberikan motivasi sekaligus menegaskan tujuan utama dari diselenggarakannya kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa madrasah berkomitmen penuh untuk memagari para siswa dari perilaku negatif sejak awal tahun ajaran baru.
"Kegiatan edukasi anti-bullying ini sengaja kami integrasikan ke dalam rangkaian MATAMUDA agar para siswa baru maupun siswa lama memiliki pemahaman yang sama sejak awal tahun ajaran.
Tujuan kami adalah menumbuhkan rasa empati, membangun karakter yang berakhlakul karimah, serta menciptakan lingkungan madrasah yang ramah anak. Kami ingin memastikan seluruh siswa merasa aman dan bahagia selama menuntut ilmu di MIN 6 Sukoharjo," ujar Widodo.
Dengan terlaksananya edukasi ini, diharapkan seluruh warga MIN 6 Sukoharjo—khususnya para murid—dapat bersinergi dalam menolak segala bentuk perundungan, sehingga visi madrasah untuk mencetak generasi yang cerdas secara akademik dan mulia secara lahir batin dapat terwujud secara optimal. (Humas/Red)
-
SUKOHARJO – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, MIN 6 Sukoharjo menggelar rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA). Pada hari Kamis (16/7), madrasah ini sukses menyelenggarakan dua agenda sekaligus di lokasi yang berbeda, yakni kegiatan "Bercerita Islami" untuk kelas bawah dan "Edukasi Komitmen Kebangsaan" bagi siswa kelas atas.
Sentuhan Moral Lewat Kisah Uwais Al Qarni di Kampus 2
Bertempat di Kampus 2 MIN 6 Sukoharjo, suasana ceria sekaligus khidmat menyelimuti para murid baru kelas 1 dan murid kelas 2. Mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan Bercerita Islami. Acara ini menghadirkan pemateri berkompeten, Ustadz Agus Tursilo Wisanto yang merupakan pegawai dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo.
Dalam penyampaiannya yang komunikatif, Ustadz Agus mengisahkan keteladanan Uwais Al Qarni, seorang pemuda yang namanya masyhur di langit karena baktinya yang luar biasa kepada sang ibu. Melalui kisah ini, para siswa diajak untuk meneladani nilai-nilai akhlak mulia, menghormati, serta menyayangi orang tua sejak usia dini sebagai fondasi utama karakter anak saleh dan salehah.
Tumbuhkan Jiwa Nasionalis, Siswa Kelas Atas Duduk Bersama TNI di Masjid At-Taqwa
Sementara itu, di waktu yang sama, kemeriahan MATAMUDA juga berlanjut bagi siswa kelas 3 hingga kelas 6. Bertempat di Masjid At-Taqwa Nglawu, Telukan, mereka mengikuti kegiatan Edukasi Komitmen Kebangsaan. Untuk memberikan wawasan yang mendalam, MIN 6 Sukoharjo menggandeng Koramil 09/Grogol dengan menghadirkan dua pemateri, yaitu Sertu Turwoyo (Babinsa Langenharjo) dan Serka Bambang Adi (Babinsa Telukan).
Suasana edukasi berlangsung hangat dan interaktif. Di awal sesi, pemateri dengan lihai mencairkan suasana dengan melemparkan pertanyaan spontan kepada para murid yang duduk di barisan depan mengenai cita-cita mereka. Pendekatan ini langsung disambut antusias oleh siswa yang berebut menjawab dan menceritakan impian mereka.
Dalam pemaparan materinya, personel Koramil 09/Grogol tersebut mengupas arti penting dari Komitmen Kebangsaan serta menumbuhkan kesadaran untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Negara dan bangsa ini tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi yang jauh lebih penting adalah memiliki akhlak yang baik dan berkarakter kuat," tegas pemateri di hadapan ratusan siswa.
Di akhir sesi, para Babinsa memberikan resep sukses kepada para siswa untuk menggapai cita-cita agar kelak menjadi insan yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Tiga kunci utama yang ditekankan adalah bersungguh-sungguh dalam belajar dan berusaha, konsisten menjaga kesehatan fisik dan mental, serta tidak pernah putus dalam berdoa.
Kepala Madrasah Berikan Dukungan Penuh untuk Karakter dan Nasionalisme Siswa
Kegiatan luar biasa ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo. Dalam tanggapannya, beliau memberikan motivasi mendalam atas terlaksananya kedua agenda MATAMUDA tersebut. Beliau menegaskan bahwa perpaduan antara pembentukan akhlak keagamaan dan penanaman rasa cinta tanah air adalah kunci utama melahirkan pemimpin masa depan.
"Melalui kisah keteladanan Uwais Al Qarni, kami ingin anak-anak kelas 1 dan 2 memiliki fondasi adab yang kuat berupa bakti kepada orang tua di rumah. Sementara bagi siswa kelas atas, kehadiran bapak-bapak TNI dari Koramil 09/Grogol diharapkan mampu melecut motivasi mereka untuk memiliki kedisiplinan yang tinggi, taat aturan, serta berkomitmen kuat menjaga keutuhan bangsa. Siswa MIN 6 Sukoharjo harus cerdas secara intelektual, tangguh secara nasionalisme, dan mulia secara akhlak," tegas Widodo penuh motivasi.
Rangkaian kegiatan MATAMUDA hari ini berjalan dengan lancar dan tertib. Melalui perpaduan bimbingan spiritual keagamaan dan wawasan kebangsaan ini, MIN 6 Sukoharjo berkomitmen mencetak generasi robbani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga cinta tanah air dan berakhlakul karimah. (Humas/Red)
-
SUKOHARJO – Mentari pagi bersinar cerah menembus celah dedaunan, menyapa ramah Kampus 2 MIN 6 Sukoharjo pada Selasa (14/07/2026). Suasana hangat itu kian hidup saat pintu-pintu kelas terbuka. Ratusan pasang kaki mungil melangkah riang; murid-murid baru Kelas 1 berbaur bersama kakak kelas mereka dari Kelas 2. Dengan senyum mengembang dan binar mata penuh rasa ingin tahu, mereka berduyun-duyun memadati area kegiatan. Gelak tawa ceria dan gemuruh antusiasme khas anak-anak seketika memecah keheningan pagi, memancarkan semangat membara untuk memulai petualangan baru di madrasah.
Keriuhan penuh energi ini menjadi pembuka yang manis bagi kegiatan edukasi kesehatan bertajuk "Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)". Agenda ini sengaja digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MIN 6 Sukoharjo Tahun Ajaran 2026/2027.
Belajar Seru Bersama Puskesmas Grogol
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, MIN 6 Sukoharjo menghadirkan pakar kesehatan langsung dari Puskesmas Kecamatan Grogol. Hadir sebagai pemateri utama adalah Erna Kusrini yang merupakan Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) di puskesmas setempat.
Dengan penyampaian yang interaktif, komunikatif, dan disesuaikan dengan psikologi anak-anak, Erna mengajak para siswa untuk mengenali berbagai kebiasaan baik dalam sehari-hari. Beberapa poin krusial PHBS yang disampaikan antara lain:
* Tata cara mencuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir.
* Pentingnya mengonsumsi jajanan sehat di lingkungan madrasah.
* Pemilihan dan pembuangan sampah pada tempatnya.
* Menjaga kebersihan diri seperti memotong kuku dan menyikat gigi.
Selain mengedukasi para siswa, Erna juga memaparkan materi mengenai pentingnya peran madrasah dalam membina perilaku hidup sehat. Menurutnya, sinergi antara guru, fasilitas madrasah yang bersih, dan kesadaran siswa adalah kunci utama terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan bebas penyakit.
Komitmen Madrasah untuk Generasi Sehat dan Berprestasi
Secara terpisah, Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa penanaman karakter hidup bersih harus dimulai sejak dini, terutama bagi siswa yang baru memasuki lingkungan madrasah.
"Kegiatan ini bukan sekadar pelengkap MATAMUDA, melainkan sebuah fondasi penting. Tujuan utama kami adalah membentuk kebiasaan dan karakter peduli kesehatan sejak dini pada diri anak-anak. Siswa yang sehat tentu akan memiliki semangat belajar yang tinggi, sehingga mereka dapat menerima pelajaran dengan optimal dan mengukir prestasi," ujar Widodo.
Eukasi PHBS ini, diharapkan para siswa tidak hanya menerapkannya di lingkungan MIN 6 Sukoharjo, tetapi juga mampu membawa kebiasaan baik tersebut ke rumah dan lingkungan masyarakat. ( Humas/Red )
-
SUKOHARJO – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo bergerak cepat untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan In House Training (IHT) bertajuk "Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) untuk Guru MIN 6 Sukoharjo Tahun Ajaran 2026/2027."
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026 ini diselenggarakan di Aula Kampus 1 MIN 6 Sukoharjo. Agenda penting ini diikuti oleh seluruh jajaran guru MIN 6 Sukoharjo dengan penuh antusiasme.
Hadir langsung sebagai narasumber tunggal adalah Widodo, S.Ag., M.M. Pria yang akrab disapa Pak Widodo ini tidak hanya bertindak sebagai Kepala MIN 6 Sukoharjo, tetapi juga membawa kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Provinsi Jawa Tengah.
Dalam pemaparannya, Widodo menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap pendekatan pedagogi modern yang tetap menyentuh sisi kemanusiaan siswa. Dua konsep utama yang menjadi motor penggerak dalam IHT kali ini adalah Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning.
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan pendekatan yang diadopsi dari paradigma pendidikan inklusif dan humanis Kementerian Agama RI, yang menekankan pembentukan karakter berbasis akhlakul karimah. Melalui pendekatan resmi ini, madrasah diwajibkan menciptakan ekosistem belajar yang ramah anak, di mana rasa aman, kasih sayang, dan pemenuhan hak emosional siswa menjadi fondasi utama sebelum transfer ilmu dilakukan.
Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) merupakan model pendekatan yang sejalan dengan kebijakan standarisasi kurikulum nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Lembaga resmi mengonsepkan Deep Learning sebagai proses pembelajaran yang mendorong siswa menguasai kompetensi inti secara substansial melalui berpikir kritis, kolaborasi, dan refleksi, sehingga mereka mampu menghubungkan materi pelajaran dengan pemecahan masalah di dunia nyata, bukan sekadar hafalan jangka pendek.
"Melalui integrasi KBC dan Deep Learning, kita ingin menciptakan kelas yang hidup. Guru mengajar dengan hati, dan siswa belajar dengan logika yang tajam. Ketika anak-anak merasa dicintai dan dihargai, mereka akan lebih mudah diajak berpikir mendalam dan kritis," ujar Widodo di hadapan para peserta.
Melalui pelatihan intensif ini, MIN 6 Sukoharjo berkomitmen untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis dan memiliki daya kritis tinggi, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh berlandaskan nilai-nilai akhlakul karimah. (Humas/Red)
-
SUKOHARJO – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pelayanan edukasi, MIN 6 Sukoharjo menggelar kegiatan Pelatihan Belajar Membaca Al-Qur'an menggunakan Metode ANABA. Acara yang berlangsung penuh semangat dan edukatif ini diselenggarakan di Kampus 1 MIN 6 Sukoharjo pada Selasa (30/6/2026).
Tidak tanggung-tanggung, pelatihan ini menghadirkan langsung dua pakar sekaligus penulis buku "Metode ANABA: Cara Mudah dan Menyenangkan Belajar Membaca Al-Qur'an", yaitu Ustadz Anwar Ihsanuddin dan Ustadz Mulyanto Abdullah Khoir. Kehadiran kedua narasumber ini sukses memantik antusiasme seluruh peserta yang terdiri dari jajaran guru serta karyawan madrasah.
Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, dalam sambutannya menegaskan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis madrasah dalam menyelaraskan kompetensi pendidik dengan kebutuhan siswa.
"Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi SDM. Dengan menguasai metode yang efektif dan aplikatif, para guru dan karyawan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang jauh lebih prima, khususnya dalam membimbing siswa-siswi mencintai dan membaca Al-Qur'an," ungkapnya.
Sepanjang sesi, suasana pelatihan mencerminkan persis moto metode yang diusung: mudah dan menyenangkan. Ustadz Anwar Ihsanuddin dan Ustadz Mulyanto Abdullah Khoir secara interaktif membedah formula praktis agar pembelajaran Al-Qur'an tidak lagi dirasa berat oleh anak-anak, melainkan menjadi aktivitas yang dinantikan.
Para guru dan karyawan tampak aktif mempraktikkan teknik-teknik baru yang diajarkan, diselingi dengan diskusi dua arah yang hidup. Semangat kolektif ini diharapkan mampu membawa atmosfer baru yang lebih segar dan inovatif dalam kegiatan belajar mengajar di lingkungan MIN 6 Sukoharjo ke depan. ( Humas/Red)
-
SUKOHARJO – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan Kabupaten Sukoharjo di kancah nasional. Dua murid berprestasi dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo sukses membawa pulang medali dalam ajang bergengsi "Gubernur Jateng Cup Taekwondo Open Tournament 2026".
Kompetisi taekwondo berskala nasional yang diikuti oleh ribuan atlet dari berbagai daerah ini sukses digelar selama tiga hari, tepatnya pada 26–28 Juni 2026, bertempat di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Jawa Tengah.Dalam turnamen yang berlangsung sengit tersebut, delegasi cilik dari MIN 6 Sukoharjo berhasil menembus dominasi peserta lain dan mengamankan posisi di podium juara pada dua kategori berbeda.
Ferdian Listyono Putra sukses meraih Juara 1 (Medali Emas) pada kategori Poomsae (jurus) Pra Cadet. Penampilannya yang presisi, bertenaga, dan penuh konsentrasi berhasil memikat hati para juri.
Muhammad Risky Purnomo berhasil menyabet Juara 2 (Medali Perak) pada kategori Kyorogi (petarungan) Pra Cadet B U40. Risky menunjukkan daya juang yang luar biasa di atas matras hingga babak final.
Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi kedua murid tersebut. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan dan akademik, tetapi juga mampu bersaing dan berprestasi di bidang olahraga tingkat nasional.
Keberhasilan Ferdian dan Risky ini diharapkan dapat menjadi lecutan motivasi bagi siswa-siswi lainnya di Sukoharjo untuk terus menggali potensi diri, disiplin berlatih, dan berani berprestasi di bidang yang mereka tekuni. Selamat kepada para juara! ( ws )
-
SUKOHARJO – Kabar membanggakan kembali datang dari dunia olahraga bela diri. Sejumlah murid berprestasi dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo berhasil menorehkan tinta emas dalam ajang bergengsi berskala nasional. Mereka sukses membawa pulang rentetan medali juara pada ajang "Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Open Demak Tahun 2026".
Kompetisi nasional yang ketat ini diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, tepatnya pada tanggal 19–21 Juni 2026, bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Ajang berskala nasional ini diinisiasi langsung oleh Yayasan Pendidikan Olahraga Karate (YPOK) yang bernaung di bawah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Kejurnas ini diikuti oleh ratusan karateka terbaik dari berbagai daerah, menjadikannya panggung persaingan yang sangat kompetitif.
Berkat latihan disiplin, ketekunan, serta dukungan penuh dari pihak madrasah dan orang tua, para atlet cilik dari MIN 6 Sukoharjo mampu menunjukkan performa luar biasa di atas matras. Keberhasilan ini tidak hanya mengharumkan nama madrasah, melainkan juga membuktikan kualitas pembinaan bakat olahraga di Kabupaten Sukoharjo.
Daftar Juara dan Perolehan Medali Kontingen MIN 6 Sukoharjo
Berikut adalah rincian lengkap nama-nama murid, kategori yang diikuti, serta predikat juara yang berhasil diraih :
1. Juara 1 Kata BereguMuhammad Ammar Rifai
Tatsuya Agam MMP.
Abid Aswinatha Murtadho
2. Juara 1 Komite - 35 Kg
Abid Aswinatha Murtadho
3. Juara 2 Komite + 45 Kg
Abimanyu Filbert Hafidz S.
4. Juara 2 Komite - 45 Kg
Aldzaki Putra Susila
5. Juara 3 Komite - 35 Kg
Tatsuya Agam Maulana MP.
6. Juara 3 Kata Pemula Putri
Syifa Fa'izatun Nafisah
7. Juara 3 Kata Pra Usia Dini Putri
Tanaya Nikas Adrianni
Apresiasi dari Pihak MadrasahKepala Madrasah, Widodo beserta seluruh keluarga besar MIN 6 Sukoharjo menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan ucapan "Selamat & Sukses atas prestasi yang diraih" kepada para siswa. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras serta komitmen tinggi dari para siswa dan pelatih.
Pihak madrasah berharap raihan medali tingkat nasional di Kejurnas Karate Open Demak 2026 ini dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi siswa-siswi lainnya di MIN 6 Sukoharjo untuk terus menggali potensi diri dan mengukir prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. ( ws )
-
SUKOHARJO – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo menyelenggarakan rangkaian acara bertajuk "Semarak Menyambut Ramadhan". Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 13 hingga 14 Februari 2026 ini, diisi dengan berbagai agenda yang bertujuan memperkuat spiritualitas dan kepedulian sosial siswa.
Menanamkan Empati melalui "Murid Berbagi"
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah program Murid Berbagi. Seluruh siswa diajak untuk menyisihkan sebagian rezeki mereka dalam bentuk pengumpulan paket sembako. Sebanyak 173 paket sembako berhasil terkumpul dari antusiasme seluruh siswa dan wali murid. Bantuan tersebut kemudian disalurkan langsung kepada warga di sekitar lingkungan madrasah serta para siswa yatim di internal MIN 6 Sukoharjo sebagai wujud nyata kepedulian sosial.
MABIT: Bekal Mental Siswa Kelas 6
Khusus bagi siswa kelas 6, madrasah menyelenggarakan program Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) pada tanggal 13-14 Februari. Kegiatan menginap ini difokuskan pada penguatan ibadah mandiri, motivasi belajar, serta persiapan mental spiritual dalam menghadapi ujian akhir sekaligus menyambut bulan puasa.
Puncak Kemeriahan: Pawai dan Panggung Ekspresi Siswa
Puncak acara terjadi pada Sabtu pagi, 14 Februari 2026. Seluruh civitas akademika tumpah ruah ke jalan dalam Pawai Tarhib Ramadhan. Dengan atribut kreatif dan seruan suka cita, para siswa mengajak masyarakat sekitar untuk menyambut bulan suci dengan hati yang gembira.
Suasana semakin meriah pasca-pawai dengan digelarnya panggung Pentas Seni. Kemampuan fisik dan disiplin siswa ditampilkan secara memukau melalui atraksi Seni Bela Diri Karate. Tak hanya itu, kecakapan literasi dan retorika juga ditunjukkan melalui penampilan Pidato yang penuh motivasi religi.
Sebagai penutup yang syahdu, alunan sholawat dari grup Hadroh siswa menggema di lingkungan madrasah. Perpaduan seni bela diri, orasi, dan hadroh ini menjadi penutup yang manis, sekaligus menunjukkan keragaman bakat dan karakter yang terbina dengan baik di MIN 6 Sukoharjo.
Apresiasi Kepala Madrasah
Kepala MIN 6 Sukoharjo di sela - sela kesibukannya memberikan motivasi tinggi dan apresiasi kepada seluruh warga madrasah. Beliau menekankan pentingnya persiapan diri, baik secara fisik maupun batin, sebelum memasuki bulan suci.
"Saya sangat bangga dengan antusiasme anak-anak. Melalui kegiatan ini, kita berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum transformasi diri bagi siswa agar menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan peduli terhadap sesama," pungkasnya. (ws)
-
SURAKARTA – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo kembali menorehkan tinta emas di kancah olahraga daerah. Kontingen cilik madrasah ini berhasil memborong 10 gelar juara dari berbagai kategori pada Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) Jawa Tengah 2025 yang digelar di Kota Surakarta pada 6 Desember 2025.
Prestasi yang diraih para siswa-siswi ini didominasi oleh cabang olahraga (cabor) karate, menunjukkan kualitas pembinaan olahraga di MIN 6 Sukoharjo.
Berdasarkan data yang dihimpun, total sepuluh gelar juara diraih oleh pegiat muda MIN 6 Sukoharjo dengan rincian sebagai berikut:
1️⃣ Kata Beregu – Juara 3
* Tatsuya Agam Maulana
* Abid Abqori Al Ghifari
* Abid Aswinatha Murtadho
2️⃣ Kata Beregu – Juara 2
* Al Dzaki Putra Susila
* M. Ammar Rifai
* Arjuna Bagus Tri Wijaya
3️⃣ Kata Perorangan Putri Pra Pemula – Juara 3
* Syifa Faizatun Nafisa
4️⃣ Kata Perorangan Putri Usia Dini – Juara 3
* Tanaya Nikas Adrianni
5️⃣ Kata Perorangan Putri Usia Dini – Juara 3
* Ayudia Nisa Ardani
6️⃣ Komite Pra Pemula - 30 kg – Juara 2
* Tatsuya Agam Maulana
7️⃣ Komite Pra Pemula - 30 kg – Juara 3
* Abid Aswinatha Murtadho
8️⃣ Komite Pra Pemula - 30 kg – Juara 2
* Danar Reza Ananda Pratama
9️⃣ Komite Pra Pemula - 30 kg – Juara 3
* Arkan Zaidan Ramadhan
🔟 Komite Pra Pemula +30 kg – Juara 3
* Abimanyu Filbert Hafidz Saputra
Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan dan keberhasilan para atlet.
"Kami sangat bangga dengan capaian anak-anak kami di FORDA JATENG 2025. Sepuluh gelar ini adalah bukti nyata dari kedisiplinan, semangat, dan hasil latihan keras mereka," ujar Widodo.
"Saya juga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada pelatih dan guru pendamping yang telah bekerja keras membimbing dan mendampingi para siswa. Prestasi ini adalah hasil kerja sama tim yang solid," tambahnya.
Beliau juga memberikan motivasi agar para siswa tidak cepat berpuas diri, melainkan menjadikan prestasi ini sebagai pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan, baik di bidang akademik maupun non-akademik. "Teruslah berlatih, teruslah semangat, dan bawa nama baik madrasah serta daerah di setiap kompetisi," pesannya.
Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) Jawa Tengah 2025 merupakan ajang kompetisi olahraga rekreasi yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat melalui berbagai Induk Organisasi Olahraga (INORGA) yang berfokus pada olahraga rekreasi dan tradisional.
FORDA JATENG 2025 digelar di Kota Surakarta (Solo) selama tiga hari, mulai tanggal 5 hingga 7 Desember 2025, dengan Stadion Manahan menjadi salah satu lokasi utamanya. Acara ini menjadi perayaan kebersamaan dan kegembiraan, diikuti oleh ribuan pegiat olahraga dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, menjadikan Kota Surakarta sebagai pusat olahraga rekreasi terbesar di Jawa Tengah tahun ini. (ws)
-
SUKOHARJO – Keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo menunjukkan solidaritas tinggi terhadap saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah. Pada Jumat (5/12/2025), madrasah ini menggelar aksi penggalangan dana untuk korban banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kegiatan sosial ini dilaksanakan secara serentak di ruang kelas masing-masing, melibatkan partisipasi aktif dari seluruh warga madrasah.
Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tentang nominal uang yang terkumpul, melainkan sebagai sarana pendidikan karakter bagi para siswa.
"Kegiatan ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan ukhuwah yang kami tanamkan kepada peserta didik. Kami ingin anak-anak memiliki kepekaan sosial dan empati, merasakan penderitaan saudara kita di Sumatera yang sedang diuji dengan bencana alam," ujar Kepala Madrasah di sela-sela kegiatan.
Antusiasme terlihat jelas dari para siswa, guru, pegawai, hingga orang tua/wali murid yang turut berpartisipasi menyisihkan rezekinya. Berkat gotong royong seluruh elemen madrasah, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 10.688.000 (Sepuluh Juta Enam Ratus Delapan Puluh Delapan Ribu Rupiah).
Dana yang terkumpul tersebut rencananya tidak disalurkan secara mandiri, melainkan akan diserahkan melalui mekanisme satu pintu via Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan terdistribusi secara terkoordinasi dan tepat sasaran kepada para korban yang membutuhkan di lokasi bencana.
Aksi solidaritas ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban para korban banjir dan longsor di wilayah Sumatera, sekaligus menjadi doa bersama agar kondisi di daerah terdampak segera pulih kembali. (ws)
-
MIN 6 Sukoharjo – Suasana khidmat MIN 6 Sukoharjo pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025). Upacara kali ini terasa istimewa dengan hadirnya perwakilan dari Koramil Grogol sebagai pembina upacara.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Sersan Mayor (Serma) Muhammad Badawi. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh siswa untuk meneladani semangat juang para pahlawan yang telah gugur. "Tugas siswa saat ini adalah belajar dengan tekun dan disiplin. Itulah cara kalian menghargai jasa para pahlawan," tegas Serma Badawi.
Rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan pesan-pesan pahlawan nasional. Lilik Ikhwanawadi, S.Pd.I., salah satu guru MIN 6 Sukoharjo membacakan pesan-pesan tersebut dengan penuh penghayatan, membuat seluruh peserta upacara terhanyut dalam semangat perjuangan.
Peringatan Hari Pahlawan ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air kepada seluruh siswa dan seluruh keluarga MI Negeri 6 Sukoharjo. ( rw )
-
SUKOHARJO – Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo, Selasa (28/10/2025). Selain mengumandangkan lagu-lagu nasional, upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak Widodo, tersebut secara khusus menggelorakan lagu "Bangun Pemudi Pemuda" dan "Mars Anti Narkotika".
Upacara yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan karyawan tersebut berlangsung dengan penuh semangat. Dalam amanatnya, Bapak Widodo menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengisi kemerdekaan dan menghadapi tantangan zaman.
"Peringatan Sumpah Pemuda hari ini bukan hanya untuk mengenang sejarah, tetapi untuk membangkitkan kembali api semangat para pemuda di tahun 1928. Lagu 'Bangun Pemudi Pemuda' kita gelorakan untuk mengingatkan siswa agar bangkit dan berkarya," ujar Widodo di hadapan peserta upacara.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pemilihan "Mars Anti Narkotika" sebagai bagian dari komitmen madrasah untuk membentengi siswa dari bahaya narkoba sejak dini.
"Tantangan pemuda saat ini salah satunya adalah bahaya narkotika. Dengan menyanyikan mars ini, kami menanamkan kesadaran dan sikap tegas untuk menolak narkoba. Generasi penerus kita harus menjadi generasi Rabbani, yakni generasi yang cerdas secara intelektual, kokoh secara spiritual dan sehat secara jasmani." tegasnya.
Suasana patriotik sangat terasa di halaman MIN 6 Sukoharjo ketika seluruh siswa dengan kompak menyanyikan kedua lagu tersebut. Peringatan Sumpah Pemuda kali ini diharapkan dapat menanamkan nilai juang, semangat persatuan, dan kesadaran akan bahaya narkoba bagi seluruh warga madrasah, hal ini sebagai pondasi membentuk Generasi Rabbani yang siap membangun bangsa. ( rw )
-
MIN 6 SUKOHARJO – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo sukses menggelar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 pada Rabu, 22 Oktober 2025. Mengusung semangat integritas dan kepedulian, rangkaian kegiatan ini melibatkan seluruh civitas akademika dan berkolaborasi dengan lembaga kemanusiaan.
Apel Khidmat Sebagai Titik Awal
Kegiatan HSN diawali dengan pelaksanaan Apel Peringatan yang diikuti oleh guru, karyawan dan murid MIN 6 Sukoharjo. Apel ini bertujuan merefleksikan kembali peran fundamental santri dalam sejarah perjuangan bangsa.
Setiyawan, selaku Pembina Apel, menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya sinergi antara ilmu agama dan nasionalisme. Beliau juga menjelaskan secara singkat makna logo Hari Santri Nasional 2025.
"Hari Santri adalah pengakuan negara atas kontribusi besar santri dalam kemerdekaan. Dalam kesempatan ini, mari kita pahami enam pita pada logo HSN 2025 yang melambangkan bahwa santri perlu memperkuat iman, ilmu, amal, akhlak, persatuan dan perjuangan. Santri MIN 6 Sukoharjo juga harus menjadi teladan dalam iman, ilmu, amal, akhlak, persatuan dan perjuangan," ujar Setiyawan, memotivasi peserta apel untuk menjadi penerus bangsa yang berkualitas.
Edukasi Karakter Melalui Dongeng Inspiratif
Setelah Apel, acara dilanjutkan dengan program edukasi karakter bertajuk "ROAD SHOW LAZIS JATENG MENDONGENG spesial HARI SANTRI NASIONAL 2025", bekerjasama dengan Lazis Jateng. Mengingat jumlah siswa yang besar, kegiatan ini dilaksanakan serentak di dua lokasi madrasah.
Kampus 1: Siswa kelas 3 hingga 6 berkumpul di Masjid At Taqwa, Nglawu, Telukan. Di lokasi ini, Kak Ilham hadir sebagai pengkisah Islami, menyampaikan cerita yang berfokus pada nilai-nilai kejuangan dan kepemimpinan.
Kampus 2: Siswa kelas 1 dan 2 menikmati sesi dongeng di Teras dan halaman Madrasah, dengan menghadirkan Kak Susilo. Melalui cerita Islami yang ceria dan edukatif, Kak Susilo menanamkan nilai-nilai dasar kebaikan dan budi pekerti kepada peserta didik usia dini.
Acara mendongeng di kedua kampus berlangsung sangat meriah, sukses menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa.
Aksi Solidaritas Kemanusiaan
Puncak dari peringatan HSN ini ditandai dengan aksi Penggalangan Dana untuk Palestina. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung setelah sesi mendongeng dan disalurkan melalui mitra kolaborasi, Lazis Jateng. Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen MIN 6 Sukoharjo dalam mengajarkan nilai solidaritas dan kepedulian global kepada peserta didik.
Secara terpisah, Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, mengapresiasi tinggi suksesnya rangkaian acara ini."Kami berharap HSN ini bukan sekadar perayaan, melainkan pemantik semangat bagi seluruh siswa. Kami menanamkan tiga hal: Prestasi, Spiritual, dan Solidaritas. Dengan apel, kita tegakkan disiplin; dengan mendongeng, kita asah budi pekerti; dan dengan galang dana, kita wujudkan kepedulian sejati. Santri MIN 6 Sukoharjo harus unggul dan bermanfaat bagi umat," kata Widodo, menutup pernyataannya.
Kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2025 ini menegaskan posisi MIN 6 Sukoharjo sebagai madrasah yang tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga kedalaman spiritual dan kepedulian sosial. (ws)
-
SOLOBALAPAN.COM – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo menggelar acara pelepasan siswa kelas VI tahun ajaran 2024/2025 dengan penuh khidmat dan suasana haru.
Acara ini diselenggarakan di sepanjang Jalan Madrasah dan dimulai tepat pukul 07.30 WIB.
Hadir dalam acara tersebut seluruh siswa kelas VI, para wali murid, dewan guru, serta sejumlah tamu undangan.
Pada tahun ini, sebanyak 131 siswa dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Para siswa akan menempuh pendidikan di berbagai sekolah negeri maupun swasta, bahkan beberapa di antaranya telah diterima melalui jalur prestasi akademik dan non-akademik, dengan bekal piagam serta sertifikat kejuaraan yang diraih selama masa belajar di madrasah.
Rangkaian Acara Penuh Makna
Acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an sebagai bentuk pembukaan spiritual yang menjadi ciri khas pendidikan di MIN 6 Sukoharjo.
Selanjutnya ditampilkan pertunjukan seni rebana dari tim ekstrakurikuler siswa, yang menambah nuansa religius dan semarak acara.
Sambutan-sambutan pun disampaikan secara bergiliran oleh Kepala Madrasah, Ketua Komite Sekolah, serta perwakilan wali murid.
Masing-masing menyampaikan apresiasi dan doa terbaik untuk para lulusan.
Kegiatan ini dikemas secara sederhana namun penuh makna.
Tidak sedikit momen haru terlihat dari ekspresi siswa dan orang tua yang turut larut dalam suasana perpisahan.
Pesan dari Kepala Madrasah
Dalam sambutannya, Widodo, S.Ag., M.M., selaku Kepala MIN 6 Sukoharjo menyampaikan pesan yang mendalam kepada para lulusan.
“Kami berharap anak-anak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki. Jadilah pribadi yang sukses, berakhlak mulia, dan membawa nama baik madrasah di mana pun kalian berada,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai agama yang telah ditanamkan selama enam tahun di madrasah menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Acara pelepasan ini bukan hanya sekadar perpisahan, namun juga momentum penghargaan atas perjuangan belajar selama enam tahun.
Semoga seluruh lulusan MIN 6 Sukoharjo tahun ajaran 2024/2025 terus melangkah maju dengan semangat, iman, dan ilmu yang bermanfaat.(did)
Sumber berita :
https://solobalapan.jawapos.com/solo-raya/2306103239/pelepasan-siswa-kelas-vi-min-6-sukoharjo-tahun-ajaran-20242025-berlangsung-khidmat-dan-penuh-haru?page=2
-
Sukoharjo, 9 April 2025 – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo menggelar acara halal bihalal yang diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari siswa, guru, hingga staf madrasah.Acara yang digelar setelah Hari Raya Idul Fitri ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta saling memaafkan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, memberikan pesan kepada seluruh warga madrasah. Dalam sambutannya, Widodo mengungkapkan harapannya agar setelah sebulan penuh berpuasa dan beribadah dengan tekun, seluruh civitas madrasah dapat menjadikan momentum Idul Fitri sebagai langkah untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, jujur, dan sabar.“Semoga nilai-nilai yang kita peroleh selama Ramadan dapat terus mengalir dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Widodo.Suasana menjadi semakin hangat dengan senyum kebersamaan yang terjalin. Ketika seluruh hadirin saling berjabat tangan dan saling memaafkan.Dengan kegiatan halal bihalal ini, diharapkan dapat memperkuat ikatan ukhuwah Islamiyah di lingkungan MIN 6 Sukoharjo serta menjadikan suasana belajar yang lebih kondusif dan penuh kasih sayang. ( ws )
-
MIN 6 Sukoharjo (Humas) - Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo mengadakan kegiatan bakti sosial, Rabu (26/02/2025).
Bakti sosial ini berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan semangat berbagi dari seluruh keluarga besar madrasah.Sebanyak 258 paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula, teh, kecap, sabun, roti, mie kering dan bumbu dapur berhasil dikumpulkan dari sumbangan orang tua atau wali siswa. Paket-paket tersebut kemudian disalurkan kepada warga sekitar madrasah, warga kurang mampu di lingkungan Dukuh Nglawu, siswa yatim dan siswa kurang mampu, pedagang di sekitar madrasah serta supeltas di depan Pasar Telukan.Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan siswa serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar."Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban mereka yang membutuhkan, terutama menjelang bulan Ramadhan. Selain itu, ini juga menjadi pembelajaran bagi siswa untuk selalu berbagi dan peduli terhadap sesama," ujarnya.Para penerima manfaat mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Mereka berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.Kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari program tahunan MIN 6 Sukoharjo dalam rangka menyambut Ramadhan, yang tidak hanya berisi kegiatan sosial tetapi juga berbagai aktivitas keagamaan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa.Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan gotong royong semakin kuat di lingkungan madrasah serta masyarakat sekitar. ( ws ) -
Sukoharjo ( Humas ) – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan dengan penuh semangat dan antusiasme. Acara yang berlangsung pada Rabu, 26 Februari 2025 ini dimeriahkan dengan Pawai Ramadhan yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 1 hingga 6, beserta para guru dan karyawan madrasah.
Dalam pawai ini, peserta berjalan mengelilingi wilayah sekitar madrasah, termasuk Kampung Nglawu dan Manggaran. Siswa-siswi membawa poster bertuliskan pesan-pesan Islami, mengajak masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan meningkatkan ibadah.Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan Tarhib Ramadhan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan semangat Ramadhan kepada para siswa sejak dini. "Melalui pawai ini, kami ingin membangkitkan semangat anak-anak dalam menyambut bulan suci serta menanamkan rasa cinta kepada Islam," ujarnya.Masyarakat sekitar terlihat antusias menyambut pawai ini, bahkan beberapa warga turut serta menyaksikan dan memberikan apresiasi kepada para siswa yang dengan penuh semangat berjalan sambil menyerukan ajakan kebaikan.Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi MIN 6 Sukoharjo semakin memahami pentingnya bulan Ramadhan serta menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Semoga semangat Ramadhan ini terus terjaga hingga akhir bulan suci nanti. ( ws ) -
MIN 6 SUKOHARJO MEMBUKA PENDAFTARAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU MADRASAH ( PPDBM ) Tahun Pelajaran 2025/2026
SYARAT PENDAFTARAN :
1. Mengisi Formulir Pendaftaran2. Fotokopi Akta Kelahiran ( 2 lembar )3. Fotokopi Kartu Keluarga ( 2 lembar )4. Pas Foto 3 x 4 ( 2 lembar )5. Kartu PKH, KKS atau KIP ( jika ada )6. Piagam Kejuaraan ( jika ada )A. WAKTU PENDAFTARAN :
10 - 12 FEBRUARI 2025CARA PENDAFTARAN
1. OFFLINE
Datang langsung ke alamat MIN 6 Sukoharjo dengan mengumpulkan berkas pendaftaran pada jam kerja 07.00 - 14.00 WIBAlamat :
Kampus 1 : Nglawu Rt. 03 Rw. 02 Telukan Grogol Sukoharjo 57552
Kampus 2 : Nglawu Rt. 05 Rw. 02 Telukan Grogol Sukoharjo 575522. ONLINE
Mengisi Formulir pendaftaran secara onlineB. TES KESIAPAN BELAJAR ( SELEKSI ) :
18 FEBRUARI 2025C. PENGUMUMAN :
20 FEBRUARI 2025D. DAFTAR ULANG :
25 FEBRUARI 2025Hal - hal terkait PPDBM yang belum jelas bisa menghubungi nomor di bawah ini :Bu Hj. Tumirah 0856-4306-6259Bu Devi 0856-4311-1983Bu Maryati 0856-4703-6447Bu Ani 0812-9444-0228 -
Warga Sekolah MIN 6 Sukoharjo Antusias Kumpulkan Berbagai Macam Tanaman untuk Penghijauan
Di tengah semangat memajukan lingkungan madrasah, warga MIN 6 Sukoharjo menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengumpulkan berbagai macam tanaman. Program penghijauan yang digagas oleh madrasah ini melibatkan seluruh elemen komunitas, dari siswa hingga guru, dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.
Kegiatan Pengumpulan Tanaman
MIN 6 Sukoharjo tidak hanya fokus pada satu jenis tanaman. Mereka berkomitmen untuk mengumpulkan berbagai macam tanaman, meliputi tanaman hias, tanaman obat (apotek hidup), tanaman buah-buahan, dan tanaman sayur-sayuran. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkaya koleksi tanaman di madrasah sekaligus memberikan pengalaman belajar yang beragam bagi siswa.
Tanaman hias yang dikumpulkan akan memperindah area madrasah, sedangkan tanaman obat akan digunakan untuk mengedukasi siswa tentang manfaat kesehatan dari tanaman-tanaman tersebut. Tanaman buah-buahan dan sayur-sayuran tidak hanya memberikan hasil panen yang bermanfaat tetapi juga mendukung kegiatan pembelajaran praktis tentang pertanian dan nutrisi.
Proyek Vertical Garden
Menurut Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, salah satu proyek utama yang sedang dijalankan adalah pembuatan vertical garden. Vertical garden ini diharapkan dapat memperluas area penghijauan dengan cara yang efisien, terutama di ruang-ruang yang terbatas. Proyek ini juga menjadi bagian dari usaha sekolah untuk mencapai status Sekolah Adiwiyata, yang merupakan program penghargaan dari pemerintah Indonesia untuk sekolah - sekolah yang menerapkan prinsip-prinsip lingkungan hidup yang baik.
Menuju Sekolah Adiwiyata
MIN 6 Sukoharjo telah mencanangkan untuk menuju Sekolah Adiwiyata, sebuah predikat yang mengakui sekolah-sekolah yang berkomitmen pada pengelolaan lingkungan hidup dan pendidikan berkelanjutan. Dengan berbagai inisiatif penghijauan, termasuk proyek vertical garden dan pengumpulan berbagai jenis tanaman, sekolah ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan.
Antusiasme warga sekolah dalam mengumpulkan tanaman dan menjalankan proyek-proyek penghijauan menunjukkan komitmen mereka terhadap masa depan yang lebih hijau. Semoga usaha ini tidak hanya bermanfaat bagi komunitas sekolah tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi sekolah -sekolah lain dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan. ( RW/WS ).

















.jpeg)