SUKOHARJO – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo bergerak cepat untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan In House Training (IHT) bertajuk "Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) untuk Guru MIN 6 Sukoharjo Tahun Ajaran 2026/2027."
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026 ini diselenggarakan di Aula Kampus 1 MIN 6 Sukoharjo. Agenda penting ini diikuti oleh seluruh jajaran guru MIN 6 Sukoharjo dengan penuh antusiasme.
Hadir langsung sebagai narasumber tunggal adalah Widodo, S.Ag., M.M. Pria yang akrab disapa Pak Widodo ini tidak hanya bertindak sebagai Kepala MIN 6 Sukoharjo, tetapi juga membawa kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Provinsi Jawa Tengah.
Dalam pemaparannya, Widodo menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap pendekatan pedagogi modern yang tetap menyentuh sisi kemanusiaan siswa. Dua konsep utama yang menjadi motor penggerak dalam IHT kali ini adalah Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning.
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan pendekatan yang diadopsi dari paradigma pendidikan inklusif dan humanis Kementerian Agama RI, yang menekankan pembentukan karakter berbasis akhlakul karimah. Melalui pendekatan resmi ini, madrasah diwajibkan menciptakan ekosistem belajar yang ramah anak, di mana rasa aman, kasih sayang, dan pemenuhan hak emosional siswa menjadi fondasi utama sebelum transfer ilmu dilakukan.
Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) merupakan model pendekatan yang sejalan dengan kebijakan standarisasi kurikulum nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Lembaga resmi mengonsepkan Deep Learning sebagai proses pembelajaran yang mendorong siswa menguasai kompetensi inti secara substansial melalui berpikir kritis, kolaborasi, dan refleksi, sehingga mereka mampu menghubungkan materi pelajaran dengan pemecahan masalah di dunia nyata, bukan sekadar hafalan jangka pendek.
"Melalui integrasi KBC dan Deep Learning, kita ingin menciptakan kelas yang hidup. Guru mengajar dengan hati, dan siswa belajar dengan logika yang tajam. Ketika anak-anak merasa dicintai dan dihargai, mereka akan lebih mudah diajak berpikir mendalam dan kritis," ujar Widodo di hadapan para peserta.
Melalui pelatihan intensif ini, MIN 6 Sukoharjo berkomitmen untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis dan memiliki daya kritis tinggi, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh berlandaskan nilai-nilai akhlakul karimah. (Humas/Red)
