-
SUKOHARJO — Dalam upaya membina karakter, spiritualitas, serta kemandirian siswa, MIN 6 Sukoharjo menggelar kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang dipadukan dengan Gladi Tangguh Penggalang Kelas 6 Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas 6 ini berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (2–3/10/2026), dipusatkan di Kampus 1 MIN 6 Sukoharjo.
Rangkaian acara dimulai pada Jumat sore pukul 16.00 WIB dengan sesi Character Building. Pada sesi ini, madrasah menghadirkan narasumber dari SMP Islam Al Hadi Mojolaban, yaitu Ustadzah Sari dan Ustadzah Nisa. Dalam pemaparannya, para pemateri membekali siswa dengan nilai-nilai penting seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, adab persahabatan, pengendalian emosi, kerja sama, kepemimpinan, hingga sikap pantang menyerah. Melalui penyampaian yang interaktif, para peserta diajak untuk mengenali potensi diri, belajar mengambil keputusan yang bijak, menghargai sesama, serta membiasakan pola hidup positif sejak dini.
Suasana keakraban makin terasa saat malam hari. Usai melaksanakan sholat Maghrib, tadarus Al-Qur'an, dan Sholat Isya' berjamaah, para peserta berkumpul di tanah terbuka di depan TKIT Tausand Land, Nglawu untuk mengikuti acara pementasan api unggun. Gemerlap api unggun hangat menyinari beragam unjuk kreasi seni serta permainan edukatif yang ditampilkan dengan penuh antusias oleh para peserta.
Memasuki Sabtu dini hari tepat pukul 03.30 WIB, kekhusyukan ibadah menyelimuti seluruh peserta MABIT. Para siswa melaksanakan sholat Tahajud dan dilanjutkan dengan sholat Subuh berjamaah di Masjid At-Taqwa, Nglawu, Telukan. Kegiatan dilanjutkan dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an bersama yang menambah suasana religius pada pagi hari tersebut.
Tidak berhenti pada penguatan spiritual, pagi harinya para peserta diajak mengasah ketangkasan fisik dan mental melalui Gladi Pramuka Penggalang di alam terbuka. Petualangan outdoor ini ditutup dengan kegiatan berenang bersama di Kolam Renang Baklibay, Tanjung, Bakalan, Polokarto, Sukoharjo, yang disambut gembira oleh seluruh peserta.
Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa perpaduan antara pembinaan mental spiritual dan ketangkasan fisik sangat penting sebagai bekal pembentukan karakter siswa kelas 6 dalam menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
"Melalui MABIT dan Gladi Tangguh ini, kita berharap lahir generasi murid yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, mandiri, disiplin, serta tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan," tuturnya memberikan motivasi. ( Humas )
-
SUKOHARJO – Dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026, MIN 6 Sukoharjo menggelar aksi bersih-bersih lingkungan madrasah pada Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6, serta jajaran guru dan karyawan yang bergotong royong menjaga kebersihan tempat belajar mereka.
Aksi yang berlangsung sejak pagi hari ini mencakup berbagai kegiatan ramah lingkungan, mulai dari membersihkan area halaman dan ruang kelas, merawat tanaman di sekitar madrasah, hingga edukasi pengelolaan sampah. Para siswa tampak antusias belajar memilih, memilah, dan mengolah sampah sesuai jenisnya secara langsung.
Kegiatan ini makin berkesan dengan hadirnya Tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo. Kedatangan tim DLH bertugas untuk melakukan pemantauan sekaligus pendampingan agar aksi bersih-bersih dan pengelolaan sampah di lingkungan MIN 6 Sukoharjo dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, memberikan apresiasi dan pesan motivasi kepada seluruh warga madrasah yang terlibat. Ia menegaskan pentingnya menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
"Menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama seluruh warga madrasah. Untuk itu, kita semua harus peduli agar kebersihan dan keindahan lingkungan madrasah dapat terus terwujud," ujar Widodo.
Melalui momentum World Cleanup Day 2026 ini, MIN 6 Sukoharjo berharap budaya hidup bersih dan peduli lingkungan tidak hanya diterapkan saat aksi bersama saja, tetapi juga menjadi kebiasaan sehari-hari bagi seluruh warga madrasah. ( Humas )
-
SUKOHARJO – MIN 6 Sukoharjo menerima kunjungan silaturahmi sekaligus studi tiru dari keluarga besar SDIT Al Hanif Klaten pada Senin, 24 Agustus 2026. Acara yang berlangsung hangat ini dipusatkan di Kampus 2 MIN 6 Sukoharjo.
Rombongan tamu dari SDIT Al Hanif Klaten yang terdiri dari jajaran pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, serta staf karyawan disambut langsung oleh Kepala MIN 6 Sukoharjo, para guru koordinator bidang, dan tim operator madrasah.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Fatimah Azzahra Salsabila, murid MIN 6 Sukoharjo, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara diteruskan dengan penyampaian sambutan dari kedua belah pihak. Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, menyambut hangat kedatangan rombongan dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan SDIT Al Hanif Klaten yang telah memilih MIN 6 Sukoharjo sebagai tujuan studi tiru.
Sambutan dilanjutkan oleh Ketua Yayasan Ulul Azmi (yayasan yang menaungi SDIT Al Hanif), Ustadz Abu Hamdan, serta Kepala SDIT Al Hanif, Muhammad Irfan Baharudin. Kedua pihak menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus menjadi sarana saling belajar demi kemajuan pendidikan Islam.
Memasuki sesi inti, Widodo memaparkan materi secara komprehensif mengenai profil lembaga, pembiasaan budaya madrasah, serta berbagai program unggulan yang telah berjalan di MIN 6 Sukoharjo. Pemaparan tersebut disambut antusias oleh peserta hingga berlanjut ke sesi diskusi dan sharing interaktif. Pada sesi ini, kedua lembaga saling bertukar gagasan mengenai pengembangan kurikulum, penguatan karakter peserta didik, hingga pengelolaan program unggulan sekolah.
Setelah sesi diskusi, rombongan diajak melakukan observasi lapangan dengan mengelilingi seluruh area dan fasilitas pendidikan di Kampus 1 dan Kampus 2 MIN 6 Sukoharjo untuk melihat secara langsung implementasi program dan aktivitas pembelajaran harian.
Kegiatan studi tiru ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen sinergi antarlembaga pendidikan Islam. Seluruh rangkaian kegiatan selesai tepat saat adzan Zuhur berkumandang pada pukul 11.45 WIB. (Humas )
-
SUKOHARJO - Guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, MIN 6 Sukoharjo menggelar kegiatan edukasi anti-bullying bertajuk "Pencegahan dan Penanganan Terhadap Tindakan Kekerasan (Bullying) di Madrasah". Kegiatan penting yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 ini dilaksanakan di Masjid At-Taqwa, Nglawu, Telukan.
Pada hari Jum'at (17/7/2026), giliran murid kelas 5 dan 6 yang mengikuti sosialisasi ini dengan penuh antusias. MIN 6 Sukoharjo menghadirkan narasumber berkompeten di bidang hukum dan keamanan, yakni IPTU Guntur Setyawan yang menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Sektor (Wakapolsek) Grogol, Resor (Polres) Sukoharjo, Jawa Tengah.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah sukses dilaksanakan pada Selasa (14/7/2026) lalu yang menyasar murid kelas 3 dan 4, bertempat di lokasi dan dengan narasumber yang sama.
Menanamkan Nilai Kebaikan dan Keberanian Melapor
Dalam pemaparannya di hadapan para siswa, IPTU Guntur Setyawan menekankan pentingnya menjaga sikap dan lisan dalam pergaulan sehari-hari di madrasah. Beliau membagikan sejumlah langkah konkret dan tips bagi para siswa untuk mencegah terjadinya tindakan bullying (perundungan), antara lain:
🔵Saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan yang ada di antara teman.
🔵Bertutur kata yang baik dan sopan dalam berkomunikasi sehari-hari.
🔵Tidak ikut mengejek atau mengucilkan teman yang lain.
🔵Berani melapor kepada bapak/ibu guru atau orang tua jika melihat atau mengalami sendiri tindakan bullying.
🔵Menjadi teman yang peduli dan selalu siap saling membantu sesama.
Komitmen Madrasah Lahirkan Generasi Berakhlak Mulia
Secara terpisah, Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, memberikan motivasi sekaligus menegaskan tujuan utama dari diselenggarakannya kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa madrasah berkomitmen penuh untuk memagari para siswa dari perilaku negatif sejak awal tahun ajaran baru.
"Kegiatan edukasi anti-bullying ini sengaja kami integrasikan ke dalam rangkaian MATAMUDA agar para siswa baru maupun siswa lama memiliki pemahaman yang sama sejak awal tahun ajaran.
Tujuan kami adalah menumbuhkan rasa empati, membangun karakter yang berakhlakul karimah, serta menciptakan lingkungan madrasah yang ramah anak. Kami ingin memastikan seluruh siswa merasa aman dan bahagia selama menuntut ilmu di MIN 6 Sukoharjo," ujar Widodo.
Dengan terlaksananya edukasi ini, diharapkan seluruh warga MIN 6 Sukoharjo—khususnya para murid—dapat bersinergi dalam menolak segala bentuk perundungan, sehingga visi madrasah untuk mencetak generasi yang cerdas secara akademik dan mulia secara lahir batin dapat terwujud secara optimal. (Humas/Red)
-
SUKOHARJO – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, MIN 6 Sukoharjo menggelar rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA). Pada hari Kamis (16/7), madrasah ini sukses menyelenggarakan dua agenda sekaligus di lokasi yang berbeda, yakni kegiatan "Bercerita Islami" untuk kelas bawah dan "Edukasi Komitmen Kebangsaan" bagi siswa kelas atas.
Sentuhan Moral Lewat Kisah Uwais Al Qarni di Kampus 2
Bertempat di Kampus 2 MIN 6 Sukoharjo, suasana ceria sekaligus khidmat menyelimuti para murid baru kelas 1 dan murid kelas 2. Mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan Bercerita Islami. Acara ini menghadirkan pemateri berkompeten, Ustadz Agus Tursilo Wisanto yang merupakan pegawai dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo.
Dalam penyampaiannya yang komunikatif, Ustadz Agus mengisahkan keteladanan Uwais Al Qarni, seorang pemuda yang namanya masyhur di langit karena baktinya yang luar biasa kepada sang ibu. Melalui kisah ini, para siswa diajak untuk meneladani nilai-nilai akhlak mulia, menghormati, serta menyayangi orang tua sejak usia dini sebagai fondasi utama karakter anak saleh dan salehah.
Tumbuhkan Jiwa Nasionalis, Siswa Kelas Atas Duduk Bersama TNI di Masjid At-Taqwa
Sementara itu, di waktu yang sama, kemeriahan MATAMUDA juga berlanjut bagi siswa kelas 3 hingga kelas 6. Bertempat di Masjid At-Taqwa Nglawu, Telukan, mereka mengikuti kegiatan Edukasi Komitmen Kebangsaan. Untuk memberikan wawasan yang mendalam, MIN 6 Sukoharjo menggandeng Koramil 09/Grogol dengan menghadirkan dua pemateri, yaitu Sertu Turwoyo (Babinsa Langenharjo) dan Serka Bambang Adi (Babinsa Telukan).
Suasana edukasi berlangsung hangat dan interaktif. Di awal sesi, pemateri dengan lihai mencairkan suasana dengan melemparkan pertanyaan spontan kepada para murid yang duduk di barisan depan mengenai cita-cita mereka. Pendekatan ini langsung disambut antusias oleh siswa yang berebut menjawab dan menceritakan impian mereka.
Dalam pemaparan materinya, personel Koramil 09/Grogol tersebut mengupas arti penting dari Komitmen Kebangsaan serta menumbuhkan kesadaran untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Negara dan bangsa ini tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi yang jauh lebih penting adalah memiliki akhlak yang baik dan berkarakter kuat," tegas pemateri di hadapan ratusan siswa.
Di akhir sesi, para Babinsa memberikan resep sukses kepada para siswa untuk menggapai cita-cita agar kelak menjadi insan yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Tiga kunci utama yang ditekankan adalah bersungguh-sungguh dalam belajar dan berusaha, konsisten menjaga kesehatan fisik dan mental, serta tidak pernah putus dalam berdoa.
Kepala Madrasah Berikan Dukungan Penuh untuk Karakter dan Nasionalisme Siswa
Kegiatan luar biasa ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo. Dalam tanggapannya, beliau memberikan motivasi mendalam atas terlaksananya kedua agenda MATAMUDA tersebut. Beliau menegaskan bahwa perpaduan antara pembentukan akhlak keagamaan dan penanaman rasa cinta tanah air adalah kunci utama melahirkan pemimpin masa depan.
"Melalui kisah keteladanan Uwais Al Qarni, kami ingin anak-anak kelas 1 dan 2 memiliki fondasi adab yang kuat berupa bakti kepada orang tua di rumah. Sementara bagi siswa kelas atas, kehadiran bapak-bapak TNI dari Koramil 09/Grogol diharapkan mampu melecut motivasi mereka untuk memiliki kedisiplinan yang tinggi, taat aturan, serta berkomitmen kuat menjaga keutuhan bangsa. Siswa MIN 6 Sukoharjo harus cerdas secara intelektual, tangguh secara nasionalisme, dan mulia secara akhlak," tegas Widodo penuh motivasi.
Rangkaian kegiatan MATAMUDA hari ini berjalan dengan lancar dan tertib. Melalui perpaduan bimbingan spiritual keagamaan dan wawasan kebangsaan ini, MIN 6 Sukoharjo berkomitmen mencetak generasi robbani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga cinta tanah air dan berakhlakul karimah. (Humas/Red)
-
SUKOHARJO – Mentari pagi bersinar cerah menembus celah dedaunan, menyapa ramah Kampus 2 MIN 6 Sukoharjo pada Selasa (14/07/2026). Suasana hangat itu kian hidup saat pintu-pintu kelas terbuka. Ratusan pasang kaki mungil melangkah riang; murid-murid baru Kelas 1 berbaur bersama kakak kelas mereka dari Kelas 2. Dengan senyum mengembang dan binar mata penuh rasa ingin tahu, mereka berduyun-duyun memadati area kegiatan. Gelak tawa ceria dan gemuruh antusiasme khas anak-anak seketika memecah keheningan pagi, memancarkan semangat membara untuk memulai petualangan baru di madrasah.
Keriuhan penuh energi ini menjadi pembuka yang manis bagi kegiatan edukasi kesehatan bertajuk "Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)". Agenda ini sengaja digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MIN 6 Sukoharjo Tahun Ajaran 2026/2027.
Belajar Seru Bersama Puskesmas Grogol
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, MIN 6 Sukoharjo menghadirkan pakar kesehatan langsung dari Puskesmas Kecamatan Grogol. Hadir sebagai pemateri utama adalah Erna Kusrini yang merupakan Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) di puskesmas setempat.
Dengan penyampaian yang interaktif, komunikatif, dan disesuaikan dengan psikologi anak-anak, Erna mengajak para siswa untuk mengenali berbagai kebiasaan baik dalam sehari-hari. Beberapa poin krusial PHBS yang disampaikan antara lain:
* Tata cara mencuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir.
* Pentingnya mengonsumsi jajanan sehat di lingkungan madrasah.
* Pemilihan dan pembuangan sampah pada tempatnya.
* Menjaga kebersihan diri seperti memotong kuku dan menyikat gigi.
Selain mengedukasi para siswa, Erna juga memaparkan materi mengenai pentingnya peran madrasah dalam membina perilaku hidup sehat. Menurutnya, sinergi antara guru, fasilitas madrasah yang bersih, dan kesadaran siswa adalah kunci utama terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan bebas penyakit.
Komitmen Madrasah untuk Generasi Sehat dan Berprestasi
Secara terpisah, Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa penanaman karakter hidup bersih harus dimulai sejak dini, terutama bagi siswa yang baru memasuki lingkungan madrasah.
"Kegiatan ini bukan sekadar pelengkap MATAMUDA, melainkan sebuah fondasi penting. Tujuan utama kami adalah membentuk kebiasaan dan karakter peduli kesehatan sejak dini pada diri anak-anak. Siswa yang sehat tentu akan memiliki semangat belajar yang tinggi, sehingga mereka dapat menerima pelajaran dengan optimal dan mengukir prestasi," ujar Widodo.
Eukasi PHBS ini, diharapkan para siswa tidak hanya menerapkannya di lingkungan MIN 6 Sukoharjo, tetapi juga mampu membawa kebiasaan baik tersebut ke rumah dan lingkungan masyarakat. ( Humas/Red )





