MIN 6 SUKOHARJO

( MIN NGLAWU )

Posts

Comments

MIN 6 SUKOHARJO

BERSINAR ( Bersih Sehat Indah Nyaman Aman Rapi )

Kunjungi

Media Sosial kami

Berita dan Artikel


  • SUKOHARJO - Guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, MIN 6 Sukoharjo menggelar kegiatan edukasi anti-bullying bertajuk "Pencegahan dan Penanganan Terhadap Tindakan Kekerasan (Bullying) di Madrasah". Kegiatan penting yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 ini dilaksanakan di Masjid At-Taqwa, Nglawu, Telukan.

    ​Pada hari Jum'at (17/7/2026), giliran murid kelas 5 dan 6 yang mengikuti sosialisasi ini dengan penuh antusias. MIN 6 Sukoharjo menghadirkan narasumber berkompeten di bidang hukum dan keamanan, yakni IPTU Guntur Setyawan yang menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Sektor (Wakapolsek) Grogol, Resor (Polres) Sukoharjo, Jawa Tengah.

    ​Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah sukses dilaksanakan pada Selasa (14/7/2026) lalu yang menyasar murid kelas 3 dan 4, bertempat di lokasi dan dengan narasumber yang sama.

    ​Menanamkan Nilai Kebaikan dan Keberanian Melapor

    ​Dalam pemaparannya di hadapan para siswa, IPTU Guntur Setyawan menekankan pentingnya menjaga sikap dan lisan dalam pergaulan sehari-hari di madrasah. Beliau membagikan sejumlah langkah konkret dan tips bagi para siswa untuk mencegah terjadinya tindakan bullying (perundungan), antara lain:

    🔵​Saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan yang ada di antara teman.

    🔵​Bertutur kata yang baik dan sopan dalam berkomunikasi sehari-hari.

    🔵​Tidak ikut mengejek atau mengucilkan teman yang lain.

    🔵​Berani melapor kepada bapak/ibu guru atau orang tua jika melihat atau mengalami sendiri tindakan bullying.

    🔵​Menjadi teman yang peduli dan selalu siap saling membantu sesama.


    ​Komitmen Madrasah Lahirkan Generasi Berakhlak Mulia

    ​Secara terpisah, Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, memberikan motivasi sekaligus menegaskan tujuan utama dari diselenggarakannya kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa madrasah berkomitmen penuh untuk memagari para siswa dari perilaku negatif sejak awal tahun ajaran baru.

    ​"Kegiatan edukasi anti-bullying ini sengaja kami integrasikan ke dalam rangkaian MATAMUDA agar para siswa baru maupun siswa lama memiliki pemahaman yang sama sejak awal tahun ajaran.

    Tujuan kami adalah menumbuhkan rasa empati, membangun karakter yang berakhlakul karimah, serta menciptakan lingkungan madrasah yang ramah anak. Kami ingin memastikan seluruh siswa merasa aman dan bahagia selama menuntut ilmu di MIN 6 Sukoharjo," ujar Widodo.

    ​Dengan terlaksananya edukasi ini, diharapkan seluruh warga MIN 6 Sukoharjo—khususnya para murid—dapat bersinergi dalam menolak segala bentuk perundungan, sehingga visi madrasah untuk mencetak generasi yang cerdas secara akademik dan mulia secara lahir batin dapat terwujud secara optimal. (Humas/Red)

  •  

    SUKOHARJO – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, MIN 6 Sukoharjo menggelar rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA). Pada hari Kamis (16/7), madrasah ini sukses menyelenggarakan dua agenda sekaligus di lokasi yang berbeda, yakni kegiatan "Bercerita Islami" untuk kelas bawah dan "Edukasi Komitmen Kebangsaan" bagi siswa kelas atas.

    ​Sentuhan Moral Lewat Kisah Uwais Al Qarni di Kampus 2

    ​Bertempat di Kampus 2 MIN 6 Sukoharjo, suasana ceria sekaligus khidmat menyelimuti para murid baru kelas 1 dan murid kelas 2. Mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan Bercerita Islami. Acara ini menghadirkan pemateri berkompeten, Ustadz Agus Tursilo Wisanto yang merupakan pegawai dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo.

    ​Dalam penyampaiannya yang komunikatif, Ustadz Agus mengisahkan keteladanan Uwais Al Qarni, seorang pemuda yang namanya masyhur di langit karena baktinya yang luar biasa kepada sang ibu. Melalui kisah ini, para siswa diajak untuk meneladani nilai-nilai akhlak mulia, menghormati, serta menyayangi orang tua sejak usia dini sebagai fondasi utama karakter anak saleh dan salehah.

    ​Tumbuhkan Jiwa Nasionalis, Siswa Kelas Atas Duduk Bersama TNI di Masjid At-Taqwa

    ​Sementara itu, di waktu yang sama, kemeriahan MATAMUDA juga berlanjut bagi siswa kelas 3 hingga kelas 6. Bertempat di Masjid At-Taqwa Nglawu, Telukan, mereka mengikuti kegiatan Edukasi Komitmen Kebangsaan. Untuk memberikan wawasan yang mendalam, MIN 6 Sukoharjo menggandeng Koramil 09/Grogol dengan menghadirkan dua pemateri, yaitu Sertu Turwoyo (Babinsa Langenharjo) dan Serka Bambang Adi (Babinsa Telukan).

    ​Suasana edukasi berlangsung hangat dan interaktif. Di awal sesi, pemateri dengan lihai mencairkan suasana dengan melemparkan pertanyaan spontan kepada para murid yang duduk di barisan depan mengenai cita-cita mereka. Pendekatan ini langsung disambut antusias oleh siswa yang berebut menjawab dan menceritakan impian mereka.

    ​Dalam pemaparan materinya, personel Koramil 09/Grogol tersebut mengupas arti penting dari Komitmen Kebangsaan serta menumbuhkan kesadaran untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

    ​"Negara dan bangsa ini tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi yang jauh lebih penting adalah memiliki akhlak yang baik dan berkarakter kuat," tegas pemateri di hadapan ratusan siswa.

    ​Di akhir sesi, para Babinsa memberikan resep sukses kepada para siswa untuk menggapai cita-cita agar kelak menjadi insan yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Tiga kunci utama yang ditekankan adalah bersungguh-sungguh dalam belajar dan berusaha, konsisten menjaga kesehatan fisik dan mental, serta tidak pernah putus dalam berdoa.

    ​Kepala Madrasah Berikan Dukungan Penuh untuk Karakter dan Nasionalisme Siswa

    ​Kegiatan luar biasa ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo. Dalam tanggapannya, beliau memberikan motivasi mendalam atas terlaksananya kedua agenda MATAMUDA tersebut. Beliau menegaskan bahwa perpaduan antara pembentukan akhlak keagamaan dan penanaman rasa cinta tanah air adalah kunci utama melahirkan pemimpin masa depan.

    ​"Melalui kisah keteladanan Uwais Al Qarni, kami ingin anak-anak kelas 1 dan 2 memiliki fondasi adab yang kuat berupa bakti kepada orang tua di rumah. Sementara bagi siswa kelas atas, kehadiran bapak-bapak TNI dari Koramil 09/Grogol diharapkan mampu melecut motivasi mereka untuk memiliki kedisiplinan yang tinggi, taat aturan, serta berkomitmen kuat menjaga keutuhan bangsa. Siswa MIN 6 Sukoharjo harus cerdas secara intelektual, tangguh secara nasionalisme, dan mulia secara akhlak," tegas Widodo penuh motivasi.

    ​Rangkaian kegiatan MATAMUDA hari ini berjalan dengan lancar dan tertib. Melalui perpaduan bimbingan spiritual keagamaan dan wawasan kebangsaan ini, MIN 6 Sukoharjo berkomitmen mencetak generasi robbani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga cinta tanah air dan berakhlakul karimah. (Humas/Red)

  • SUKOHARJO – Mentari pagi bersinar cerah menembus celah dedaunan, menyapa ramah Kampus 2 MIN 6 Sukoharjo pada Selasa (14/07/2026). Suasana hangat itu kian hidup saat pintu-pintu kelas terbuka. Ratusan pasang kaki mungil melangkah riang; murid-murid baru Kelas 1 berbaur bersama kakak kelas mereka dari Kelas 2. Dengan senyum mengembang dan binar mata penuh rasa ingin tahu, mereka berduyun-duyun memadati area kegiatan. Gelak tawa ceria dan gemuruh antusiasme khas anak-anak seketika memecah keheningan pagi, memancarkan semangat membara untuk memulai petualangan baru di madrasah.

    Keriuhan penuh energi ini menjadi pembuka yang manis bagi kegiatan edukasi kesehatan bertajuk "Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)". Agenda ini sengaja digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MIN 6 Sukoharjo Tahun Ajaran 2026/2027.

    Belajar Seru Bersama Puskesmas Grogol

    Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, MIN 6 Sukoharjo menghadirkan pakar kesehatan langsung dari Puskesmas Kecamatan Grogol. Hadir sebagai pemateri utama adalah Erna Kusrini yang merupakan Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) di puskesmas setempat.

    Dengan penyampaian yang interaktif, komunikatif, dan disesuaikan dengan psikologi anak-anak,  Erna mengajak para siswa untuk mengenali berbagai kebiasaan baik dalam sehari-hari. Beberapa poin krusial PHBS yang disampaikan antara lain:

     * Tata cara mencuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir.

     * Pentingnya mengonsumsi jajanan sehat di lingkungan madrasah.

     * Pemilihan dan pembuangan sampah pada tempatnya.

     * Menjaga kebersihan diri seperti memotong kuku dan menyikat gigi.

    Selain mengedukasi para siswa, Erna juga memaparkan materi mengenai pentingnya peran madrasah dalam membina perilaku hidup sehat. Menurutnya, sinergi antara guru, fasilitas madrasah yang bersih, dan kesadaran siswa adalah kunci utama terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan bebas penyakit.

    Komitmen Madrasah untuk Generasi Sehat dan Berprestasi

    Secara terpisah, Kepala MIN 6 Sukoharjo,  Widodo, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa penanaman karakter hidup bersih harus dimulai sejak dini, terutama bagi siswa yang baru memasuki lingkungan madrasah.

    "Kegiatan ini bukan sekadar pelengkap MATAMUDA, melainkan sebuah fondasi penting. Tujuan utama kami adalah membentuk kebiasaan dan karakter peduli kesehatan sejak dini pada diri anak-anak. Siswa yang sehat tentu akan memiliki semangat belajar yang tinggi, sehingga mereka dapat menerima pelajaran dengan optimal dan mengukir prestasi," ujar Widodo.

    Eukasi PHBS ini, diharapkan para siswa tidak hanya menerapkannya di lingkungan MIN 6 Sukoharjo, tetapi juga mampu membawa kebiasaan baik tersebut ke rumah dan lingkungan masyarakat.  ( Humas/Red )


  • SUKOHARJO – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo bergerak cepat untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan In House Training (IHT) bertajuk "Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) untuk Guru MIN 6 Sukoharjo Tahun Ajaran 2026/2027."

    ​Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026 ini diselenggarakan di Aula Kampus 1 MIN 6 Sukoharjo. Agenda penting ini diikuti oleh seluruh jajaran guru MIN 6 Sukoharjo dengan penuh antusiasme.

    ​Hadir langsung sebagai narasumber tunggal adalah Widodo, S.Ag., M.M. Pria yang akrab disapa Pak Widodo ini tidak hanya bertindak sebagai Kepala MIN 6 Sukoharjo, tetapi juga membawa kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Provinsi Jawa Tengah.

    ​Dalam pemaparannya, Widodo menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap pendekatan pedagogi modern yang tetap menyentuh sisi kemanusiaan siswa. Dua konsep utama yang menjadi motor penggerak dalam IHT kali ini adalah Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning.

    ​Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan pendekatan yang diadopsi dari paradigma pendidikan inklusif dan humanis Kementerian Agama RI, yang menekankan pembentukan karakter berbasis akhlakul karimah. Melalui pendekatan resmi ini, madrasah diwajibkan menciptakan ekosistem belajar yang ramah anak, di mana rasa aman, kasih sayang, dan pemenuhan hak emosional siswa menjadi fondasi utama sebelum transfer ilmu dilakukan.

    ​Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) merupakan model pendekatan yang sejalan dengan kebijakan standarisasi kurikulum nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Lembaga resmi mengonsepkan Deep Learning sebagai proses pembelajaran yang mendorong siswa menguasai kompetensi inti secara substansial melalui berpikir kritis, kolaborasi, dan refleksi, sehingga mereka mampu menghubungkan materi pelajaran dengan pemecahan masalah di dunia nyata, bukan sekadar hafalan jangka pendek.

    ​"Melalui integrasi KBC dan Deep Learning, kita ingin menciptakan kelas yang hidup. Guru mengajar dengan hati, dan siswa belajar dengan logika yang tajam. Ketika anak-anak merasa dicintai dan dihargai, mereka akan lebih mudah diajak berpikir mendalam dan kritis," ujar Widodo di hadapan para peserta.

    ​Melalui pelatihan intensif ini, MIN 6 Sukoharjo berkomitmen untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis dan memiliki daya kritis tinggi, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh berlandaskan nilai-nilai akhlakul karimah. (Humas/Red)

  •  

    SUKOHARJO – Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pelayanan edukasi, MIN 6 Sukoharjo menggelar kegiatan Pelatihan Belajar Membaca Al-Qur'an menggunakan Metode ANABA. Acara yang berlangsung penuh semangat dan edukatif ini diselenggarakan di Kampus 1 MIN 6 Sukoharjo pada Selasa (30/6/2026).

    Tidak tanggung-tanggung, pelatihan ini menghadirkan langsung dua pakar sekaligus penulis buku "Metode ANABA: Cara Mudah dan Menyenangkan Belajar Membaca Al-Qur'an", yaitu Ustadz Anwar Ihsanuddin dan Ustadz Mulyanto Abdullah Khoir. Kehadiran kedua narasumber ini sukses memantik antusiasme seluruh peserta yang terdiri dari jajaran guru serta karyawan madrasah.

    Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo, dalam sambutannya menegaskan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis madrasah dalam menyelaraskan kompetensi pendidik dengan kebutuhan siswa.

    "Salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi SDM. Dengan menguasai metode yang efektif dan aplikatif, para guru dan karyawan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang jauh lebih prima, khususnya dalam membimbing siswa-siswi mencintai dan membaca Al-Qur'an," ungkapnya.

    Sepanjang sesi, suasana pelatihan mencerminkan persis moto metode yang diusung: mudah dan menyenangkan. Ustadz Anwar Ihsanuddin dan Ustadz Mulyanto Abdullah Khoir secara interaktif membedah formula praktis agar pembelajaran Al-Qur'an tidak lagi dirasa berat oleh anak-anak, melainkan menjadi aktivitas yang dinantikan.

    Para guru dan karyawan tampak aktif mempraktikkan teknik-teknik baru yang diajarkan, diselingi dengan diskusi dua arah yang hidup. Semangat kolektif ini diharapkan mampu membawa atmosfer baru yang lebih segar dan inovatif dalam kegiatan belajar mengajar di lingkungan MIN 6 Sukoharjo ke depan. ( Humas/Red)


  • SUKOHARJO – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan Kabupaten Sukoharjo di kancah nasional. Dua murid berprestasi dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Sukoharjo sukses membawa pulang medali dalam ajang bergengsi "Gubernur Jateng Cup Taekwondo Open Tournament 2026".
    Kompetisi taekwondo berskala nasional yang diikuti oleh ribuan atlet dari berbagai daerah ini sukses digelar selama tiga hari, tepatnya pada 26–28 Juni 2026, bertempat di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Jawa Tengah.

    Dalam turnamen yang berlangsung sengit tersebut, delegasi cilik dari MIN 6 Sukoharjo berhasil menembus dominasi peserta lain dan mengamankan posisi di podium juara pada dua kategori berbeda.

    Ferdian Listyono Putra sukses meraih  Juara 1 (Medali Emas) pada kategori Poomsae (jurus) Pra Cadet. Penampilannya yang presisi, bertenaga, dan penuh konsentrasi berhasil memikat hati para juri.

    Muhammad Risky Purnomo berhasil menyabet Juara 2 (Medali Perak) pada kategori Kyorogi (petarungan) Pra Cadet B U40. Risky menunjukkan daya juang yang luar biasa di atas matras hingga babak final.

    Kepala MIN 6 Sukoharjo, Widodo,  menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi kedua murid tersebut. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan dan akademik, tetapi juga mampu bersaing dan berprestasi di bidang olahraga tingkat nasional.

    Keberhasilan Ferdian dan Risky ini diharapkan dapat menjadi lecutan motivasi bagi siswa-siswi lainnya di Sukoharjo untuk terus menggali potensi diri, disiplin berlatih, dan berani berprestasi di bidang yang mereka tekuni. Selamat kepada para juara! ( ws )

Comments

The Visitors says